Table of Contents
Sebuah karya seni berharga telah ditemukan kembali setelah tersembunyi selama bertahun-tahun di arsip sebuah museum di Prancis. Lukisan ini merupakan hasil karya Lavinia Fontana, salah satu seniman wanita profesional pertama dari era Renaisans. Temuan ini menjadi sebuah kejutan besar bagi dunia seni dan berkontribusi dalam meningkatkan pengakuan atas karya-karya Fontana di skala global.
Lukisan Berharga yang Lama Terlupakan
Bayangkan Anda berjalan di sebuah jalan dan tiba-tiba bertemu dengan seorang teman masa kecil yang telah lama menghilang. Meskipun bertahun-tahun telah berlalu, Anda masih dapat mengenali wajahnya dengan jelas. Perasaan inilah yang dialami oleh Philippe Costamagna, seorang pakar seni yang memiliki keahlian luar biasa dalam mengenali gaya khas seorang seniman.
Pierre Bonnaure, direktur Musée de la Chartreuse di Douai, Prancis, mengatakan kepada Ici bahwa Costamagna mampu mengidentifikasi karakteristik unik dari sebuah karya seni hanya dengan melihatnya sekilas. Tahun lalu, museum ini memanggil para ahli, termasuk Costamagna, untuk meneliti dan merestorasi koleksi lukisan Italia mereka.
Baca Juga : Menguasai Seni Sketsa Wajah: Referensi Terbaik dan Tantangannya
Ketika menjelajahi ruang penyimpanan museum, Costamagna melihat sebuah lukisan berjudul Portrait of a Gentleman, His Daughter and a Servant. Lukisan ini menarik perhatiannya karena memiliki gaya yang sangat familiar. Awalnya, lukisan tersebut dikaitkan dengan Pieter Pourbus, seorang seniman Renaisans asal Flandria yang bekerja di Bruges pada abad ke-16. Lukisan itu menggambarkan seorang pria dengan ekspresi serius, duduk bersama putrinya yang mengenakan kerah renda yang serasi. Gadis kecil itu terlihat memberikan bunga kepada ayahnya, sementara seorang pelayan di latar belakang menarik tirai untuk memperlihatkan sekeranjang buah.
Namun, bagi Costamagna, ada sesuatu yang tidak sesuai dengan atribusi tersebut. Ia merasa bahwa lukisan itu memiliki sentuhan seni Italia, bukan Flandria.
Penelitian yang Mengungkap Kebenaran
“Orang-orang mengatakan kepada saya, ‘Ini adalah lukisan dari utara,’” kata Costamagna kepada Agence France-Presse (AFP). “Saya tidak setuju. Ini adalah lukisan Italia, sepenuhnya mencerminkan gaya Bologna. Semuanya dalam lukisan ini mengingatkan saya pada seni Bologna, mulai dari gadis kecil dengan bunga, guratan pada kerah, hingga detail lengan pakaian.”
Costamagna menghabiskan beberapa bulan untuk meneliti lebih dalam guna memastikan kecurigaannya. Setelah mengumpulkan cukup bukti, ia menyampaikan temuannya kepada pihak museum: Portrait of a Gentleman, His Daughter and a Servant bukanlah karya Pieter Pourbus, melainkan milik Lavinia Fontana, seorang pelukis Renaisans yang dikenal sebagai salah satu wanita pertama yang berkarier secara profesional di dunia seni.
Lavinia Fontana: Seniman Perempuan Pelopor di Era Renaisans
Lahir di Bologna pada tahun 1552, Lavinia Fontana adalah putri dari Prospero Fontana, seorang pelukis aliran Manierisme yang cukup terkenal. Di bawah bimbingan ayahnya, Lavinia mengembangkan bakat luar biasa dalam seni lukis.
Pada usia 25 tahun, ia menikah dengan Gian Paolo Zappi, seorang seniman yang kemudian memilih untuk mengorbankan kariernya demi mendukung istrinya. Zappi berperan sebagai agen Fontana, membantunya mendapatkan berbagai komisi penting, termasuk dari Paus Gregorius XIII dan Klemens VIII.
Fontana dikenal karena kemampuannya melukis berbagai subjek, termasuk potret, adegan mitologi, bahkan beberapa lukisan perempuan telanjang yang cukup jarang dibuat oleh seniman wanita pada saat itu. Ia juga menerima banyak pesanan untuk melukis altar di gereja-gereja besar di Italia. Terlepas dari fakta bahwa ia adalah ibu dari 11 anak, Fontana tetap produktif dan mampu menghasilkan banyak karya yang menakjubkan.
Salah satu pencapaian terbesar dalam kariernya adalah menjadi perempuan pertama yang diterima sebagai anggota Akademi Seni Lukis San Luca di Roma. Sebelum meninggal pada tahun 1614, ia telah menorehkan sejarah sebagai pelukis perempuan yang sukses secara profesional di dunia seni yang didominasi oleh pria.
Kurangnya Pengakuan terhadap Karya Fontana
Meskipun memiliki karier yang gemilang, Lavinia Fontana tidak sepopuler beberapa pelukis pria dari era Renaisans seperti Michelangelo atau Caravaggio. Di Prancis, karyanya sangat jarang ditemukan di koleksi publik.
“Ini jelas merupakan penemuan besar, seperti menemukan harta karun di loteng Anda sendiri,” ujar Bonnaure kepada Ici.
Bonnaure berharap bahwa penemuan ini akan menjadi awal dari lebih banyak lagi penemuan berharga yang tersembunyi di arsip museum. Saat ini, Musée de la Chartreuse hanya memajang sekitar 750 karya seni, sementara masih ada sekitar 70.000 karya lain yang tersimpan dalam ruang penyimpanan mereka.
Restorasi dan Masa Depan Lukisan Fontana
Meskipun Portrait of a Gentleman, His Daughter and a Servant sempat dipamerkan secara singkat di museum di Douai, lukisan ini akan segera menjalani proses restorasi total sebelum menjadi bagian permanen dari koleksi museum tersebut.
“Kondisi lukisan ini sebenarnya sangat baik,” kata Costamagna kepada AFP. “Tidak ada pemulihan buruk yang pernah dilakukan sebelumnya, sehingga lukisan ini tidak mengalami distorsi. Proses restorasi nantinya hanya akan semakin memperindahnya.”
Dengan penemuan ini, reputasi Fontana di dunia seni akan semakin bersinar. Auriane Delbarre, wakil walikota Douai yang membidangi kebudayaan, mengatakan kepada BFM Lille bahwa Fontana akan menarik perhatian audiens baru yang ingin mengetahui lebih banyak tentang karya-karyanya.
“Kami semakin sering mendengar namanya,” kata Delbarre. “Ini akan menjadi daya tarik bagi pengunjung yang penasaran untuk datang dan mengenali lebih jauh seni Lavinia Fontana.”
Mengungkap Harta Karun yang Hilang
Penemuan ini menunjukkan betapa pentingnya terus meneliti koleksi seni yang sudah ada, terutama yang tersimpan di ruang penyimpanan museum. Banyak karya berharga mungkin masih menunggu untuk ditemukan kembali dan diakui sebagai bagian penting dari sejarah seni dunia.
Dengan meningkatnya minat terhadap seniman perempuan dalam sejarah seni, nama Lavinia Fontana kini semakin mendapatkan pengakuan yang layak. Karya-karyanya tidak hanya mencerminkan keahlian luar biasa, tetapi juga menunjukkan bagaimana perempuan dapat memiliki pengaruh besar di dunia seni, bahkan dalam periode yang didominasi oleh pria.
Lukisan ini, yang telah lama terlupakan, kini kembali bersinar dan siap untuk dikagumi oleh generasi baru pecinta seni.
Baca Juga : Hotel Ayata